Selasa, 03 Mei 2011

Ubuntu 11.04 Release Party

Dalam rangka menyambut rilis Ubuntu terbaru, yaitu Ubuntu 11.04 Natty Narwhal, ada 2 kegiatan yang sudah di umumkan.

1. Release Party 11.04 di Pettarani.Net
Jl. A.P. Pettarani no. 40B, Makassar

Hari/Tanggal: Sabtu, 7 Mei 2011
Waktu: 4:30 pm - 7:30 pm

* fasilitas - internet
- konsumsi ringan
- doorprize
- majalah info linux untuk 40 orang pendaftar pertama
* kontribusi : Rp. 15.000,-
* Contact Person :
- Arman B (UMI) 085241783233
- Musa Amin (Stimed) 085242225308
- Ari Irawan (Unhas) 085239716793
- Wawan (Unhas) 085255521219
- Simon (UIT) 085399852476
- Andi (STimik Handayani) 081242772590
- Jushadi (UNM) 085239391004
"silahkan kontak yang terdekat. Ingat, 40 pendaftar pertama bisa dapat majalah infolinux loh"

Sumber: http://www.facebook.com/event.php?eid=112427562174231

2. Sebagai bagian dari kegiatan Multi Release Party (MRP)
Tempat: Kampus STMIK Dipanegara
Hari/Tanggal: Sabtu, 14 Mei 2011
Waktu/Jam: ....................................

Sumber: http://www.facebook.com/home.php?sk=group_155543384489937&ref=notif&notif_t=group_activity

Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar.

Rabu, 27 April 2011

ILC 2011 Dompu


Sebagaimana telah disepakati bersama pada ILC 2010 di Bogor, maka penyelenggaraan ILC 2011 akan dilaksanakan di Dompu, NTB. Rencananya tanggal 14 - 18 September 2011. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar sehingga kegiatan ini dapat berlangsung sesuai rencana teman-teman Panitia di KPLI Mataram.
Informasi terbaru dapat di simak di facebook ILC 2011.
Mari kita dukung agar pelaksanaan ILC 2011 ini, berlangsung dengan meriah.
Hidup ILC 2011 !

Jumat, 21 Mei 2010

Memindahkan tombol Maximized-Minimized ke Kanan

Di ubuntu terbaru, yaitu Ubuntu 10.04 Lucid Lynx dan Mint Isadora, secara default tombol Maximized-Minimized-Closed berada di kiri atas windows.
Hal ini dimaksudkan agar sasi kanan atas windows, dapat digunakan untuk menampilkan informasi lainnya, misalnya aplikasi yang sedang dijalankan. Namun bagi yang sudah terbiasa dengan Ubuntu selama ini yang tombolnya ada di kanan atas windows, maka pemindahan ini rasanya agak sedikit mengganggu. Maksudnya memang baik, dan kenyataannya memang lebih informatif, namun tetap aja butuh waktu dan kesabaran untuk bisa beradaptasi.
Namun, bagi yang ingin kembali ke kebiasaan semula, dan ingin mengembalikan posisi tombol tersebut ke sebelah kiri atas, maka berikut caranya:
1. Buka gconf-editor (dari terminal ketik: gconf-editor)
2. Pilih apps -> metacity -> general
3. Kemudian pada bagian kanan, pilih button_layout
4. Ubah nilai default: minimize,maximized,close menjadi menu:minimized,maximized,close
5. Sekarang tombol minimized-nya telah pindah ke posisi kanan atas.

Selamat mecoba an semoga bermanfaat.



Huawei E1550 di Ubuntu 10.04 Lucid Lynx dan Mint Isadora

USB Modem ku huawei E1550 berjalan baik dan langsung dideteksi di Ubuntu 9.10 Karmic Koala dan Mint Helena, tapi di Mint Isadora dan Ubuntu 10.04 Lucid Lynx, tidak langsung dikenali. Rasanay kok aneh, yah.

Setelah berggoling-ria akhirnya dapat juga solusinya.

Solusinya: sudo apt-get install usb-modeswitch usb-modeswitch-data

Setelah itu baru tokcer.
Mudah-mudahan bermanfaat.

Rabu, 24 Maret 2010

Instal Modem Huawei e1750 di Ubuntu 9.10 - Karmic Koala

Saya baru beli paket Telkomsel Flash Unlimited Rp. 125.000/bulan. Di bundlenya disertakan USB Modem merk Huawei type E1750. Namun, pas dicolok ke usb port, modemnya tak dikenali. Padahal, sebelum ini saya pake Huawei E1550, langsung dikenali dan "running well".
Setelah tanya-tanya om google, akhirnya ketemu solusinya.
1. Download script Huawei_E1750.sh disini
2. Download dan Install usb-modeswitch dan libusb-dev
3. Pindah ke direktori di mana script-nya disimpan.
4. Jalankan script-nya dengan perintah: #sudo ./Huawei_E1750.sh dan tekan tombol ENTER.
5. Setelah selesai, coba colokkan modem usbnya.
6. Umumnya sudah dikenali.
7. Selamat menikmati internet dengan USB Modem Huawei E1750 anda.
Semoga bermanfaat.

Rabu, 09 Desember 2009

Mengatasi Tombol Minimized dan Maximized Hilang

Entah apa penyebabnya. Apakah karena habis update, karena pengaruh setting compiz atau hal lain yang kurang saya sadari (dan belum ngerti).

Namun kedua hal itu yang sedang saya lakukan ketika tiba-tiba tombol Minimized, Maximize dan Close di ujung kanan atas jendela aplikasi, menghilang. Hal ini sangat mengganggu saya dalam bekerja.

Hal pertama yang saya lakukan adalah kutak-katik di menu System > Preferences > Appearance. Namun hasilnya nihil. Terus disable compiz dan visual effect juga tidak menyelesaikan masalah. Oprak-oprek Emerald juga tak menolong. Tombolnya tetap tidak muncul. Tanya-tanya om Google juga tak ada solusi yang jelas.

Namun setelah ngubak-ngubek sana sini, akhirnya ketemu juga solusinya. It's SOLVED.

Berikut cara saya "menemukan" kembali tombol minimized-maximized tersebut.

  1. Pilih menu System > Preferences > Startup Application.
  2. Setelah tampil list aplikasi, cari aplikasi DevilsPie, dan hilangkan tanda centrang-nya.
  3. Logout, kemudian Login kembali.

Voila. Tombol minimized-maximized-nya telah muncul kembali, seperti gambar berikut.

Semoga bermanfaat.

Minggu, 08 November 2009

Karmic Koala Release Party di Makassar

Release party Ubuntu 9.10 Karmic Koala diselenggarakan di acara Makassar Computer Expo 2009. KKRP ini berlangsung pada hari Sabtu, 7 Nopember 2009, jam 19.30 di Panggung Utama MCE 2009.
Pembicaranya adalah M. Takdir, Ketua Ubuntu Subloco Makassar, dengan moderator Arman Satary.
Acara ini berlangsung cukup meriah, karena diadakan di tengah-tengah kegiatan pameran komputer.
Pertanyaan yang diajukan audience umumnya masih di sekitar keandalan linux terhadap virus komputer dan masih adanya kesan linux itu susah digunakan.
Para penanya mendapatkan souvenir berupa cd Ubuntu 9.10 karmic Koala dan 1 cd AddOn.

Sejarah Singkat ILC

Indonesia Linux Conference (ILC) pertama kali dilaksanakan oleh KPLI Jakarta bekerja sama dengan Infolinux, tahun 2002, di Hotel Kempinski, Jakarta, tanggal 11-13 November 2002. Waktu itu sempat mengundang dan dihadiri Richard Stallman.

Dalam persiapan ILC 2002 itu bahkan telah didaftarkan Trade Mark Indonesia Linux Conference atas nama KPLI Jakarta (karena KPLI Jakarta tidak berbadan hukum, pendaftaran atas nama PT. Linuxindo) dan memang sengaja didaftarkan agar Trademarknya menjadi milik Komunitas Linux Indonesia, jadi tujuannya agar kelak tidak dipergunakan oleh EO komersial/luar negeri tanpa melibatkan komunitas Linux Indonesia.

Jadi merek nama "Indonesia Linux Conference" adalah milik Komunitas Linux Indonesia.
ILC tidak sempat dilaksanakan selama 2003, 2004 dan 2005.

Pada tahun 2006, dilaksanakan ILC ke-2, bertempat di Gedung Pasca Sarjana ITS, Lt. 3, Surabaya, pada hari Sabtu, 18 Nopember 2006.

Kemudian dilanjutkan dengan ILC ke-3, tahun 2007 yang bertempat di kota Villa Taman Eden, Kaliurang, Yogyakarta, pada hari Sabtu, 17 Nopember 2007

ILC ke-4 tahun 2008 dilaksanakan di Palm Beach Hotel Jln. Pantai Banjar Negara No. 1 Tuban-Kuta, Bali pada hari Minggu, 9 November 2008.

ILC ke-4 tahun 2009, dilaksanakan di Gedung IPTEK Universitas Hasanuddin, Makassar, tanggal 7 – 11 Oktober 2009. Acara KPLI Meetingnya diadakan Sabtu, 10 Oktober 2009.

Demikian sejarah singkat Ilndonesia Linux Conference ( ILC ).
Disusun dari berbagai sumber.
Semoga bermanfaat.

SIS 671 di Karmic Koala

Dapat informasi menarik dari mailing list id-ubuntu Indonesia, semoga bisa jadi informasi yang bermanfaat bagi teman-teman yang menggunakan vga berbasis chipset SIS 671.
Kayaknya ini banyak digunakan di laptop Axioo Neon.

Saya kutip sebagai berikut:
==================================================================
Syukur sekarang kernel Karmic untuk SiS tidak usah di beri parameter lagi:
Nah pas install driver, sis-imedia bakal buat otomatis xorg.conf trus tambahain Option "EnableSiSCtrl" "yes" pada xorg.conf jadinya spt ini:

Section "Device"
Identifier "Configured Video Device"
Driver "sisimedia"
Option "EnableSiSCtrl" "yes"
EndSection

Sukses ya :D inget 3D lum bisa... coba aj teriak deh ke pihak sis pasti susah :D :))
-- Regards, http://zayoan.softindonesia.com

===============================================================

Sabtu, 07 November 2009

Instal Ubuntu 9.10 di Acer 4530

Penasaran dengan Ubuntu yang baru, kemarin sempat titip CD Ubuntu 9.10 ke teman yang berkunjung ke Makassar Computer Expo 2009. Expo ini dilaksanakan di Gedung CCC (Celebes Convention Center), Jl. Tanjung Bunga, Makassar dari tanggal 4 - 8 Nopember 2009.
Hari ini, terima CDnya, bahkan dapat bonus CD AddOn-nya.
Tanpa menunda waktu, langsung saya jalankan.
Pertama pilih mode LiveCD, sekedar ingin tau tampilannya. Sekalian nge-check apa langsung jalan atau masih ada masalah. Maklum laptopku Acer 4530 termasuk jenis yang rada tak bersahabat. Kudu dikutak-kutik dulu biasanya, meski seninya justeru disitu. Jadi menurut saya, pasangan Acer 4530 + Linux (distro apa saja) merupakan pasangan ideal bagi yang suka ngoprek. hehehe.
Ternyata berjalan dengan smooth. Semua lancar dan hardware dikenali dengan baik. Resolusi VGA, OK. Wifi dikenali dan langsung jalan. Indikator wifi-nya juga sudah kedap-kedip, selama ini dia diam saja tak ada reaksi.
Pokoknya OK-lah. Senang juga melihatnya.
Karena itu, saya langsung klik icon instalnya.
Instalasi berjalan dengan mulus.
Ada yang menarik dengan aplikasi instalasi Ubuntu yang baru ini. Sambil menunggu proses, kita disuguhi dengan message-screen yang berubah-ubah menampilkan pesan tentang fitur Ubuntu yang baru. Meski Mandriva sudah lebih dahulu memiliki fitur ini, namun untuk Ubuntu kayaknya baru versi 9.10 ini deh, yang menggunakan.
Seperti biasa, cukup 7 klik dan .... selesai. Kemudian Restart.
Coba cek lagi seluruh hardware, dan ternyata berjalan dengan baik. Alhamdulillah.
Sekarang nge-post tulisan ini ke blog, sudah menggunakan Ubuntu 9.10 Karmic Koala.
Terimakasih Mark Suttleworth.
Terimakasih, teman-teman di Canonical.
Terimakasih teman-teman LUGU yang banyak memberi dan berbagi pengetahuan tentang linux kepadaku.
Terimakasih teman-teman di Ubuntu SubLoco Makassar.
Terimakasih Ubuntu.
Terimakasih juga untuk Acer 4530 ku.
Maju terus Open Source.

Senin, 26 Oktober 2009

Pemilihan Pengurus LUGU 2009 - 2010


Hari Senin, 19 Oktober 2009, telah dilaksanakan pemilihan Ketua Lugu untuk periode 2009 - 2010. Seharusnya masa bakti kepengurusan lama sudah berakhir pada September lalu, namun karena kita menjadi tuan rumah pelaksanaan ILC 2009 (Indonesia Linux Conference 2009) maka disepakati untuk menunda proses pemilihan ini hingga selesainya event ILC 2009.
Pemilihan dilaksanakan di Gedung PTIK (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi) Universitas Hasanuddin.
Yang terpilih sebagai Ketua LUGU Periode 2009 - 2010 adalah Asri "kidx13" Rahman.
Selamat membentuk "Kabinet" dan selamat bekerja.
Kami semua siap membantu.
Ada yang istimewa pada pemilihan kali ini, karena hadir juga seorang Peninjau, Penggembira dan Penghibur dari Dompu yaitu Farhan "Blek" Perdana.
Postingan saya mengenai Pemilihan tahun lalu, Pengurus LUGU 2008 - 2009, yang dilaksanakan pada hari Minggu, 24 Agustus 2008, bertempat di Cafe De Sultan, bisa dibaca disini. Sehari sebelumnya (Sabtu, 23 Agustus 2008), ditempat yang sama (Cafe De Sultan, Jl. St. Hasanuddin), para Ubuntero melaksanakan pembentukan Ubuntu SubLoco Makassar sekaligus pemilihan pengurusnya. Postingannya ada di sini.

Jumat, 16 Oktober 2009

Hasil ILC 2009

Hasil Kesepakatan ILC 2009 memuat usulan/rekomendasi kepada Pemerintah dan Komunitas, karena itu diusulkan disebut sebagai "Rekomendasi Makassar"
  • 1. Menunjuk KPLI NTB sebagai penyelenggara ILC 2011.
  • 2. Mengusulkan kepada Panitia ILC 2010, KPLI Bogor untuk lebih memperluas event ILC agar mencakup OS dan aplikasi FOSS lainnya seperti OpenOffice, OpenBSD, Open Solaris (OSUG), JUG, Blender dsb, dengan tetap mengusung Brand ILC karena sudah dikenal dan terlaksana secara konsisten (brand-nya cukup kuat). Acaranya diisi event masing-masing komunitas opensource lainnya (mengambil contoh LinuxTag di Jerman). Bila karena keterbatasan dana atau hal lainnya sehingga event komunitas lain tidak dapat dilaksanakan, maka event wajibnya adalah KPLI Meeting.
  • 3. Menunjuk KPLI Makassar untuk membuat daftar kompatibilitas hardware yang akan dijadikan referensi bagi semua pihak dalam penggunaan OS Linux.
  • 4. Membantu Perkembangan IGOS Nusantara dalam sosialisasi dan pengembangannya.
  • 5. Menggiatkan publikasi khususnya untuk hasil-hasil pertemuan yang berkenaan dengan FOSS seperti ILC 2009 ini.
  • 6. Ristek dan POSS diharapkan bisa fokus menjalankan tugas pengembangan OSS dan untuk sosialisasinya akan dilakukan oleh komunitas bekerjasama dengan Depkominfo.
  • 7. Pemerintah direkomendasikan untuk menyusun requirements standard sebagai pedoman pengembangan OS dan aplikasi FOSS, sehingga meski dibuat oleh banyak pengembang dan pihak ketiga, namun hasilnya sesuai yang diharapkan.
  • 8. Komunitas diharapkan melakukan kegiatan-kegiatan yg sifatnya membuat (create/develop) suatu karya, tidak hanya kegiatan berupa seminar dan sosialisasi. Tahapannya, setelah kita sudah bisa menggunakan (user), maka sepatutnya kita juga bisa dan mampu menjadi pengembang (developer).
  • 9. Untuk mempercepat proses migrasi di pemerintahan diharapkan dapat dilakukan dengan pendekatan terhadap staff IT di instansi/badan Pemerintah dan jika mendapat kesulitan dalam komunikasinya dengan pimpinan instansi/badan terkait, Depkominfo akan membantu dengan pendekatan G2G.
  • 10. Diharapkan IGOS 2011 tidak hanya berupa slogan semata, oleh karena itu komunitas di setiap daerah harus berperan aktif dalam membantu pemerintah dalam pencapaian tujuan tersebut

Minggu, 11 Oktober 2009

Kegiatan ILC 2009 Makassar


Daftar Kegiatan dalam rangka pelaksanaan Indonesia Linux Conference 2009 (ILC 2009) Makassar.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Event Lokal:
  • Hari/Tanggal: Rabu ~ Jum'at, 7 Oktober 2009 ~ 9 Oktober 2009
  • Tempat: Tribun Karebosi Link. Jl. A. Yani, Makassar

Kegiatan :
  • Sosialisasi Linux untuk para pengajar bekerjasama Diknas Pemkot Makassar
  • Lomba game linux untuk anak-anak pelajar tingkat SD
  • Workshop Linux bagi teknisi komputer
  • Workshop Desktop Publishing menggunakan Open Source Software
Event Nasional:
Indonesia Linux Conference yang berisi:

1. Seminar dari beberapa narasumber antara lain:
  • Bapak Rusmanto – Yayasan Pengguna Linux Indonesia (YPLI)
  • Bapak I Made Wiryana – Pakar open source Indonesia
  • Bapak Soemitro Rustam – Sekjen Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI)
2. Laporan dari masing-masing KPLI dari tiap daerah
3. KPLI Meeting

GRUB Loader Ubuntu Hilang Setelah Install Windows

Biasanya jika memiliki dual boot OS misalkan: Linux dan Windows, dan kebetulan windowsnya error atau sering hang dan ada niat untuk install ulang OS windowsnya, jika kita ingin meng-install ulang kemungkinan GRUB Loader Linux-nya akan hilang karena saat install windows akan menulis ulang/menghapus MBR (Master Boot Record) yang ada dan akan menghapus GRUB Loader Linux, bagaimana cara untuk mengembalikan GRUB Loader Linux yaitu salah satunya dengan cara menggunakan CD Live Linux, misalkan ubuntu versi desktop, knoppix, dll. Setelah linux live cd sudah running, selanjutnya buka terminal, sebagai root ketik command grub selanjutnya akan tampil prompt grub > ;

untuk mengetahui partisi apa saja yang ada ketik geometry (hd0);
grub> geometry (hd0);
drive 0×80: C/H/S = 9729/255/63, The number of sectors = 156301488, /dev/sda
Partition num: 0, Filesystem type unknown, partition type 0×7
Partition num: 4, Filesystem type unknown, partition type 0×7
Partition num: 5, Filesystem type unknown, partition type 0×7
Partition num: 6, Filesystem type unknown, partition type 0×82
Partition num: 7, Filesystem type is ext2fs, partition type 0×83

Pada partisi diatas terlihat bahwa partisi nomor 7 yang menggunakan linux, lalu ketik root (hd0,7):

grub> root (hd0,7);

untuk menjadikan GRUB Loader-nya berada di MBR, ketik setup (hd0);

grub> setup (hd0);
Checking if “/boot/grub/stage1″ exists… yes
Checking if “/boot/grub/stage2″ exists… yes
Checking if “/boot/grub/e2fs_stage1_5″ exists… yes
Running “embed /boot/grub/e2fs_stage1_5 (hd0)”… 17 sectors are embedded.
succeeded
Running “install /boot/grub/stage1 (hd0) (hd0)1+17 p (hd0,7)/boot/grub/stage2
/boot/grub/menu.lst”… succeeded
Done.

Begitulah salah satu cara untuk mengembalikan GRUB Loader Linux yang hilang karena terhapus saat install Window$

semoga bermanfaat. Salam!

Sumber: http://www.unhas.ac.id/poss/media.php?module=detailberita&id=52

Selasa, 10 Februari 2009

Ubuntu Cheat Sheet

Bagi teman-teman ubuntero yang masih sering lupa perintah dasar linux, berikut saya lampirkan Ubuntu Cheat Sheet sebagai bahan "contekan" kalau sedang bermain-main di terminal/konsol.

Untuk memudahkan, silahkan download gambarnya, kemudian di print.
Bisa disimpan dekat-dekat monitor atau ditempel di dinding, sehingga bisa menjadi bahan referensi saat dibutuhkan. Saya malah menyimpan hasil print-nya di dompet. Jadi kalo diperlukan, tinggal liat di dompet. hehehe.
Bagi teman-teman yang mau menambahkan perintah di daftar ini, dipersilahkan. Yang penting logo FOSSwire-nya jangan dihilangkan.
Semoga bermanfaat.

Minggu, 04 Januari 2009

Problem akibat instal dual distro. Error .dmrc file

Karena hobby nyoba-nyoba distro baru, maka umumnya di pc saya terinstal dua atau lebih distro (dual boot distro atau lebih, bukan dual boot OS), soalnya di pc ku tak ada lagi jendela.
Biasanya sayainstal distro baru dengan partisi / (root) yang berbeda tetapi partisi /home nya sama, supaya data ku tak hilang.
Tapi pada konfigurasi seperti ini, sering terjadi error. Waktu selesai restart dan login, muncul pesan error sebagai berikut:
"Users $Home/.dmrc file is being ignored. This prevents the default session and language from being saved. File should be owned by user and have 644 permissions. Users $Home directory must be owned by user and not writable by others."



Sudah coba-coba mengikuti saran dengan mengubah permissionnya ke 644 tapi masih ngadat, bahkan muncul tambahan permission error di file .ICEauthority.
Setelah berkutat beberapa saat, saya berhasil dengan mencoba cara berikut:
1. Restart kemudian ganti session ke Gnome Safe mode.
2. Setelah windows errornya muncul lagi, terus tekan tombol OK.
3. Tampil jendela login, masukkan username dan password.
4. Akan muncul layar konsol.
5. Ketikkan perintah berikut, di konsol:

chmod 644 ~/.dmrc

Ini untuk mengubah file permission dari file .dmrc
644 = -rw-r--r--
Artinya:
- Owner (kita) punya hak rw- atau hak untuk membaca (read) dan menulis (write) pada file .dmrc tersebut.
- Group kita hanya punya hak r atau read
- Other atau pengguna lain juga hanya punya hak r (read/membaca)

6. Kemudian ubah ownership file dengan mengetikkan:

sudo chown username_anda /home/username_anda/.dmrc

7. Terakhir kita ubah permissions dari direktori home, supaya hanya bisa di akses oleh kita (pemilik hak akses), dengan mengetikkan:

sudo chmod 700 /home/username_anda

Nah, selesai.
Coba restart. Insya Allah error-nya sudah tak muncul lagi.

Semoga membantu.

Kamis, 11 Desember 2008

Guru di Amerika juga belum paham Linux

Berikut saya kutip isi surat yang dikirim seorang guru di Austin, Texas kepada Ken Starks, pendiri HeliOS.
==========================================================

A teacher (from Austin, TX) came to students and confiscated the Linux Live CDs. Next, she wrote an angry email to HeliOS's project founder, Ken Starks:

"...observed one of my students with a group of other children gathered around his laptop. Upon looking at his computer, I saw he was giving a demonstration of some sort. The student was showing the ability of the laptop and handing out Linux disks. After confiscating the disks I called a confrence with the student and that is how I came to discover you and your organization. Mr. Starks, I am sure you strongly believe in what you are doing but I cannot either support your efforts or allow them to happen in my classroom. At this point, I am not sure what you are doing is legal. No software is free and spreading that misconception is harmful. These children look up to adults for guidance and discipline. I will research this as time allows and I want to assure you, if you are doing anything illegal, I will pursue charges as the law allows. Mr. Starks, I along with many others tried Linux during college and I assure you, the claims you make are grossly over-stated and hinge on falsehoods. I admire your attempts in getting computers in the hands of disadvantaged people but putting linux on these machines is holding our kids back.

This is a world where Windows runs on virtually every computer and putting on a carnival show for an operating system is not helping these children at all. I am sure if you contacted Microsoft, they would be more than happy to supply you with copies of an older verison of Windows and that way, your computers would actually be of service to those receiving them..."


Karen xxxxxxxxx
xxxxxxxxx Middle School
AISD
========================================================
Berikut jawaban dari Ken Starks,

Hmmmm....

I suppose I should, before anything else, thank you. You have given me the opportunity to show others just what a battle we face in what we do. "We" being those who advocate, support and use Free Open Source Software and Linux in particular.

If you find my following words terse or less than cordial, take a breath and prepare yourself...what I have to say to you are soft strokes to your hair in comparison to what you are about to experience.

First off, if there was even the slightest chance that I was doing something illegal, it would not have been done. To think that I would involve my kids in my "illegal" activities is an insult far beyond outrage. You should be ashamed of yourself for putting into print such none sense.

And please...investigate to your heart's content. You are about to have your eyes opened, that is if you actually investigate anything at all. Linux is a free as-in-cost and free as-in-license operating system. It was designed specifically for those purposes. Linux is used to free people from Microsoft. The fact that you seem to believe that Microsoft is the end all and be-all is actually funny in a sad sort of way. Then again, being a good NEA member, you would spout the Union line. Microsoft has pumped tens of millions of dollars into your union. Of course you are going to "recommend" Microsoft Windows". To do otherwise would probably get you reprimanded at the least and fired at the worst. You are only doing what you've been instructed to do.

You've been trained well.

I don't know when you attended college Karen but the Linux of even two years ago pales in feature and ability to what there is available now...and that in turn will pale in a year's time. linux is superior to MS windows in so many ways, they are too numerous to mention here...I am weary of enumerating them. Unlike Microsoft who meters their "improvements" and then shovels them to you every five years or so for purchase; Linux releases their improvements upon their completion. We receive the newest and the best of the system when it is tested to be usable and stable. Karen, you have no idea the slavery you work under...but you don't know any better. The shame of it is, you are trapped with millions of other teachers in obeying the NEA and preaching the goodness of Windows and Microsoft. A superior, free and absolutely entertaining method of operating your computer is within reach and you are unable to grasp it.

The most disturbing part of this resides in the fact that the AISD purchases millions of dollars of Microsoft Software in a year's time when that money could be better spent on educating our children. A dedicated School Teacher would recognize that fact and lobby for the change to Free Open Source Software and let the money formally spent on MS bindware be used on our kids.

A teacher who cared about her students would do that.

That is sad past my ability to express it to you. Don't shackle your students in your prison Karen.

Now. You give that boy his disks back. Aaron is a brilliant kid and he's learned more using Linux than he ever did using Windows. Those disks and their distribution are perfectly legal and even if he was "disruptive", you cannot keep his property. I have placed a call to the AISD Superintendent and cc'd him a complete copy of your email. It looks like we will get to meet in his office when School starts again after the holiday. I am anxious to meet a person who is this uninformed and still holds a position of authority and learnedness over our children.

Ken Starks
HeliOS Solutions
======================================================
source: http://linuxlock.blogspot.com/2008/12/linux-stop-holding-our-kids-back.html
======================================================
Catatan:
Memang perlu perhatian dan sosialisasi tentang Free/Open Source Software kepada para guru. Karena harus diakui, bahwa pengaruh guru kepada ana didiknya sangat signifikan.
Ini juga merupakan keberhasilan team Public Relation dan Marketingnya Microsoft yang menghabiskan dana Jutaan Dollar. Berikut kutipan komentar seorang warga Amerika :

"Absolutely goes to show the mindset billions of dollars of PR money will buy.
Goes right along with 'It's illegal to erase Windows from my computer!'
Utter nonsense!
Ignorance is not bliss, but slavery. Our educators should know this better than we do. Micro$oft doesn't 'give' anything away. There is always a cost, known or hidden." Amenitmen.


Mudah-mudahan, bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun rencana kegiatan komunitas untuk sosialisasi Free Open Source Software ke depan, baik secara nasional maupun di Sulawesi Selatan.





Selasa, 09 Desember 2008

si Mouse ultah ke-40


Pasti kenal kan, dengan si Mouse ? Pasti iya. Karena tanpa dia, berkomputer seperti sayur tanpa garam. (*kecuali bagi teman2 slackers kali yah?)

Hari ini, tepat 40 tahun lalu, mouse sebagai peranti input komputer di perkenalkan. Meski begitu, "tampang" si mouse ini tak banyak berubah selama kurun waktu 40 ini.

Yup. Mari kita ucapkan "Selamat Ulang Tahun ke 40" untuk mouse.

so what did you bought as a gift for your mouse ?

Senin, 01 Desember 2008

Open Office dapat ditulisi Arabic dan Japanese

Bagi yang ingin membuat OpenOffice-nya dapat ditulisi dengan karakter arab dapat mencoba cara dibawah ini.

Silakan kunjungi pranala berikut:
Hasil Millis id-ubuntu
http://wiki.ubuntu-id.org/Aksara_Arab
http://www.mrbass.org/linux/ubuntu/scim/

Itu untuk huruf Cina Jepang, Korea. Tapi dengan menambahkan scim-m17n, maka huruf Arab sudah termasuk.

Tapi Sayang pranalanya pake bahasa Inggris. :( Saya terjemahkan singkat saja.

1. Buka console (Applications->Accessories->Terminal), lalu ketikkan
perintah2 berikut:
sudo apt-get install uim anthy scim-gtk2-immodule scim-uim scim-m17n ttf-kacst
sudo touch /etc/X11/Xsession.d/74custom-scim_startup
sudo chmod 646 /etc/X11/Xsession.d/74custom-scim_startup
echo 'export XMODIFIERS="@im=SCIM"' >> /etc/X11/Xsession.d/74custom-scim_startup
echo 'export GTK_IM_MODULE="scim"' >> /etc/X11/Xsession.d/74custom-scim_startup
echo 'export XIM_PROGRAM="scim -d"' >> /etc/X11/Xsession.d/74custom-scim_startup
echo 'export QT_IM_MODULE="scim"' >> /etc/X11/Xsession.d/74custom-scim_startup
sudo chmod 644 /etc/X11/Xsession.d/74custom-scim_startup


2. Restart lalu login lagi.
3. Buka OO writer.
4. Tekan CTRL-SPACE untuk mengaktifkan. Biasanya muncul sesuatu di kanan bawah. Pilih Arabic (Egypt) -> M17N-ar-kbd
5. Di menu OO writer, Tools -> Options -> Language Settings -> Languages -> Enabled for complex text layout (CTL)
6. Di toolbar OO writer, cari yang berlambang P terbalik. Pilih yang Right-To-Left
7. Cobalah mengetik. Untuk pindah ke keyboard Inggris lagi, tekan CTRL - SPACE lagi

Untuk bentuk huruf seperti di mushaf, bisa menggunakan KacstBook atau
KacstQurn.


=================================================
sumber: http://muhidins.blogspot.com/2008/05/open-office-dapat-ditulisi-arabic-dan.html