Senin, 26 Oktober 2009

Pemilihan Pengurus LUGU 2009 - 2010


Hari Senin, 19 Oktober 2009, telah dilaksanakan pemilihan Ketua Lugu untuk periode 2009 - 2010. Seharusnya masa bakti kepengurusan lama sudah berakhir pada September lalu, namun karena kita menjadi tuan rumah pelaksanaan ILC 2009 (Indonesia Linux Conference 2009) maka disepakati untuk menunda proses pemilihan ini hingga selesainya event ILC 2009.
Pemilihan dilaksanakan di Gedung PTIK (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi) Universitas Hasanuddin.
Yang terpilih sebagai Ketua LUGU Periode 2009 - 2010 adalah Asri "kidx13" Rahman.
Selamat membentuk "Kabinet" dan selamat bekerja.
Kami semua siap membantu.
Ada yang istimewa pada pemilihan kali ini, karena hadir juga seorang Peninjau, Penggembira dan Penghibur dari Dompu yaitu Farhan "Blek" Perdana.
Postingan saya mengenai Pemilihan tahun lalu, Pengurus LUGU 2008 - 2009, yang dilaksanakan pada hari Minggu, 24 Agustus 2008, bertempat di Cafe De Sultan, bisa dibaca disini. Sehari sebelumnya (Sabtu, 23 Agustus 2008), ditempat yang sama (Cafe De Sultan, Jl. St. Hasanuddin), para Ubuntero melaksanakan pembentukan Ubuntu SubLoco Makassar sekaligus pemilihan pengurusnya. Postingannya ada di sini.

Jumat, 16 Oktober 2009

Hasil ILC 2009

Hasil Kesepakatan ILC 2009 memuat usulan/rekomendasi kepada Pemerintah dan Komunitas, karena itu diusulkan disebut sebagai "Rekomendasi Makassar"
  • 1. Menunjuk KPLI NTB sebagai penyelenggara ILC 2011.
  • 2. Mengusulkan kepada Panitia ILC 2010, KPLI Bogor untuk lebih memperluas event ILC agar mencakup OS dan aplikasi FOSS lainnya seperti OpenOffice, OpenBSD, Open Solaris (OSUG), JUG, Blender dsb, dengan tetap mengusung Brand ILC karena sudah dikenal dan terlaksana secara konsisten (brand-nya cukup kuat). Acaranya diisi event masing-masing komunitas opensource lainnya (mengambil contoh LinuxTag di Jerman). Bila karena keterbatasan dana atau hal lainnya sehingga event komunitas lain tidak dapat dilaksanakan, maka event wajibnya adalah KPLI Meeting.
  • 3. Menunjuk KPLI Makassar untuk membuat daftar kompatibilitas hardware yang akan dijadikan referensi bagi semua pihak dalam penggunaan OS Linux.
  • 4. Membantu Perkembangan IGOS Nusantara dalam sosialisasi dan pengembangannya.
  • 5. Menggiatkan publikasi khususnya untuk hasil-hasil pertemuan yang berkenaan dengan FOSS seperti ILC 2009 ini.
  • 6. Ristek dan POSS diharapkan bisa fokus menjalankan tugas pengembangan OSS dan untuk sosialisasinya akan dilakukan oleh komunitas bekerjasama dengan Depkominfo.
  • 7. Pemerintah direkomendasikan untuk menyusun requirements standard sebagai pedoman pengembangan OS dan aplikasi FOSS, sehingga meski dibuat oleh banyak pengembang dan pihak ketiga, namun hasilnya sesuai yang diharapkan.
  • 8. Komunitas diharapkan melakukan kegiatan-kegiatan yg sifatnya membuat (create/develop) suatu karya, tidak hanya kegiatan berupa seminar dan sosialisasi. Tahapannya, setelah kita sudah bisa menggunakan (user), maka sepatutnya kita juga bisa dan mampu menjadi pengembang (developer).
  • 9. Untuk mempercepat proses migrasi di pemerintahan diharapkan dapat dilakukan dengan pendekatan terhadap staff IT di instansi/badan Pemerintah dan jika mendapat kesulitan dalam komunikasinya dengan pimpinan instansi/badan terkait, Depkominfo akan membantu dengan pendekatan G2G.
  • 10. Diharapkan IGOS 2011 tidak hanya berupa slogan semata, oleh karena itu komunitas di setiap daerah harus berperan aktif dalam membantu pemerintah dalam pencapaian tujuan tersebut

Minggu, 11 Oktober 2009

Kegiatan ILC 2009 Makassar


Daftar Kegiatan dalam rangka pelaksanaan Indonesia Linux Conference 2009 (ILC 2009) Makassar.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Event Lokal:
  • Hari/Tanggal: Rabu ~ Jum'at, 7 Oktober 2009 ~ 9 Oktober 2009
  • Tempat: Tribun Karebosi Link. Jl. A. Yani, Makassar

Kegiatan :
  • Sosialisasi Linux untuk para pengajar bekerjasama Diknas Pemkot Makassar
  • Lomba game linux untuk anak-anak pelajar tingkat SD
  • Workshop Linux bagi teknisi komputer
  • Workshop Desktop Publishing menggunakan Open Source Software
Event Nasional:
Indonesia Linux Conference yang berisi:

1. Seminar dari beberapa narasumber antara lain:
  • Bapak Rusmanto – Yayasan Pengguna Linux Indonesia (YPLI)
  • Bapak I Made Wiryana – Pakar open source Indonesia
  • Bapak Soemitro Rustam – Sekjen Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI)
2. Laporan dari masing-masing KPLI dari tiap daerah
3. KPLI Meeting

GRUB Loader Ubuntu Hilang Setelah Install Windows

Biasanya jika memiliki dual boot OS misalkan: Linux dan Windows, dan kebetulan windowsnya error atau sering hang dan ada niat untuk install ulang OS windowsnya, jika kita ingin meng-install ulang kemungkinan GRUB Loader Linux-nya akan hilang karena saat install windows akan menulis ulang/menghapus MBR (Master Boot Record) yang ada dan akan menghapus GRUB Loader Linux, bagaimana cara untuk mengembalikan GRUB Loader Linux yaitu salah satunya dengan cara menggunakan CD Live Linux, misalkan ubuntu versi desktop, knoppix, dll. Setelah linux live cd sudah running, selanjutnya buka terminal, sebagai root ketik command grub selanjutnya akan tampil prompt grub > ;

untuk mengetahui partisi apa saja yang ada ketik geometry (hd0);
grub> geometry (hd0);
drive 0×80: C/H/S = 9729/255/63, The number of sectors = 156301488, /dev/sda
Partition num: 0, Filesystem type unknown, partition type 0×7
Partition num: 4, Filesystem type unknown, partition type 0×7
Partition num: 5, Filesystem type unknown, partition type 0×7
Partition num: 6, Filesystem type unknown, partition type 0×82
Partition num: 7, Filesystem type is ext2fs, partition type 0×83

Pada partisi diatas terlihat bahwa partisi nomor 7 yang menggunakan linux, lalu ketik root (hd0,7):

grub> root (hd0,7);

untuk menjadikan GRUB Loader-nya berada di MBR, ketik setup (hd0);

grub> setup (hd0);
Checking if “/boot/grub/stage1″ exists… yes
Checking if “/boot/grub/stage2″ exists… yes
Checking if “/boot/grub/e2fs_stage1_5″ exists… yes
Running “embed /boot/grub/e2fs_stage1_5 (hd0)”… 17 sectors are embedded.
succeeded
Running “install /boot/grub/stage1 (hd0) (hd0)1+17 p (hd0,7)/boot/grub/stage2
/boot/grub/menu.lst”… succeeded
Done.

Begitulah salah satu cara untuk mengembalikan GRUB Loader Linux yang hilang karena terhapus saat install Window$

semoga bermanfaat. Salam!

Sumber: http://www.unhas.ac.id/poss/media.php?module=detailberita&id=52

Selasa, 10 Februari 2009

Ubuntu Cheat Sheet

Bagi teman-teman ubuntero yang masih sering lupa perintah dasar linux, berikut saya lampirkan Ubuntu Cheat Sheet sebagai bahan "contekan" kalau sedang bermain-main di terminal/konsol.

Untuk memudahkan, silahkan download gambarnya, kemudian di print.
Bisa disimpan dekat-dekat monitor atau ditempel di dinding, sehingga bisa menjadi bahan referensi saat dibutuhkan. Saya malah menyimpan hasil print-nya di dompet. Jadi kalo diperlukan, tinggal liat di dompet. hehehe.
Bagi teman-teman yang mau menambahkan perintah di daftar ini, dipersilahkan. Yang penting logo FOSSwire-nya jangan dihilangkan.
Semoga bermanfaat.

Minggu, 04 Januari 2009

Problem akibat instal dual distro. Error .dmrc file

Karena hobby nyoba-nyoba distro baru, maka umumnya di pc saya terinstal dua atau lebih distro (dual boot distro atau lebih, bukan dual boot OS), soalnya di pc ku tak ada lagi jendela.
Biasanya sayainstal distro baru dengan partisi / (root) yang berbeda tetapi partisi /home nya sama, supaya data ku tak hilang.
Tapi pada konfigurasi seperti ini, sering terjadi error. Waktu selesai restart dan login, muncul pesan error sebagai berikut:
"Users $Home/.dmrc file is being ignored. This prevents the default session and language from being saved. File should be owned by user and have 644 permissions. Users $Home directory must be owned by user and not writable by others."



Sudah coba-coba mengikuti saran dengan mengubah permissionnya ke 644 tapi masih ngadat, bahkan muncul tambahan permission error di file .ICEauthority.
Setelah berkutat beberapa saat, saya berhasil dengan mencoba cara berikut:
1. Restart kemudian ganti session ke Gnome Safe mode.
2. Setelah windows errornya muncul lagi, terus tekan tombol OK.
3. Tampil jendela login, masukkan username dan password.
4. Akan muncul layar konsol.
5. Ketikkan perintah berikut, di konsol:

chmod 644 ~/.dmrc

Ini untuk mengubah file permission dari file .dmrc
644 = -rw-r--r--
Artinya:
- Owner (kita) punya hak rw- atau hak untuk membaca (read) dan menulis (write) pada file .dmrc tersebut.
- Group kita hanya punya hak r atau read
- Other atau pengguna lain juga hanya punya hak r (read/membaca)

6. Kemudian ubah ownership file dengan mengetikkan:

sudo chown username_anda /home/username_anda/.dmrc

7. Terakhir kita ubah permissions dari direktori home, supaya hanya bisa di akses oleh kita (pemilik hak akses), dengan mengetikkan:

sudo chmod 700 /home/username_anda

Nah, selesai.
Coba restart. Insya Allah error-nya sudah tak muncul lagi.

Semoga membantu.